Sambutan Kepala Sekolah
an imagePuji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME karena berkat rahmat dan hidayahnya sehingga diberi kemudahan untuk menyelesaikan pembuatan Website SMA Negeri 11 Medan. Hingga saat ....
Peta Sekolah
[wpgmza id="1"]

Monthly Archives: June 2014

 

ilustration

ilustration

SEJARAH SINGKAT DHARMA WANITA PERSATUAN
Di era Reformasi. Organisasi istri Pegawai Republik Indonesia yang dulu dikenal dengan Nama Dharma Wanita telah berubah menjadi DHARMA WANITA PERSATUAN Perubahannya bukan hanya sekedar menambahkan kata ”Persatuan” tapi lebih dari itu!!!

Bisa jadi belum banyak orang yang mengetahui, bahwa organisasi ini telah melakukan perubahan mendasar. Semua itu dilakukan demi menjawab tuntutan dan tantangan jaman. Jika semula anggotanya terdiri atas istri pegawai Republik Indonesia yang meliputi pegawai negeri sipil, anggota ABRI yang dikaryakan dan pegawai BUMN, kini keanggotaannya terbatas hanya untuk istri pegawai negeri sipil (PNS). Tidak ada lagi muatan politik dari pemerintah, sehingga organisasi memiliki netralitas dalam kehidupan politik. Perubahan yang dilakukan merupakan wujud penyesuaian terhadap perkembangan jaman dan situasi di masyarakat. Dalam prosesnya, pro dan kontra tak terhindari. Ada yang benar-benar ingin melakukan perubahan, ada yang tidak mau berubah dan memilih tetap seperti sedia kala, ada juga yang awalnya bersemangat untuk berubah tapi kemudian berubah lagi untuk tidak berubah! Laksana bahtera yang awalnya lancar menembus samudra biru. Semilir angin kadang mengiring, hampir tanpa ombak. Riak-riak yang adapun selalu bisa dilalui dengan aman. Namun, samudra tidak selamanya tenang. Suatu saat, ia bergolak bersama badai. Ombak datang menghantam seakan ingin melulu-lantakkan bahtera itu. Menghadapi hal itu, nahkoda dan seluruh awak tak bisa tinggal diam. Agar bisa keluar dengan selamat, keadaan harus diatasi, keputusan dan langkah musti diambil. Bisa dibilang, seperti itulah situasi yang terjadi pada bahtera organisasi Dharma Wanita pada awal era Reformasi. Seorang nahkoda yang baik pasti akan dengan gigih mempertahankan keadaan dan keberadaan bahtera yang menjadi tanggung jawabnya. Hal yang sama terjadi dengan nahkoda Dharma Wanita. Ia terus berupaya agar bahtera yang menjadi tanggung jawabnya bisa menyesuaikan dengan perkembangan situasi di sekitar dan di depannya. Sesungguhnya, nahkoda itu telah mengamati tanda-tanda; langit yang bergerak ke abad baru dan hembusan angin yang bertiup ke arah perubahan. Ia juga sudah mengantisipasi keadaan yang mungkin terjadi, dan memang terjadi! Diterjang ombak besar, bahtera itu hampir oleng dan nyaris karam. Tapi, badai yang menghadang harus ditembus. Didalam bahtera, kabut berbaur asap yang hampir menutup pandangan. Untuk bisa selamat, kegigihan nahkoda dan awaknya dipertaruhkan. Segala daya dikerahkan. Akhirnya, syukur Alhamdulillah badai bisa dilalui dan kabut berhasil disibak. Bahtera pun dapat keluar dengan selamat, dengan menyandang nama baru : Dharma Wanita Persatuan.
Perubahan Dharma Wanita menjadi Dharma Wanita Persatuan memerlukan banyak tahapan dalam pemikiran dan pertimbangan dari berbagai kalangan, antar lain : KORPRI.
Dari himpunan pendapat-pendapat tersebut disimpulkan dan disepakati bahwa organisasi harus direformasi / dirubah menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang netral dari politik – independen – demokratis. Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri saat itu, bahwa : 1. Pemerintah tidak akan memberi misi politik lagi.
2. Organisasi agar independen tidak ada lagi pembinaan langsung dari pemerintah.
3. Jabatan Ketua tidak harus fungsional, sebaiknya dipilih oleh secara demokrasi.
4. Organisasi supaya disederhanakan
5. Nama dan atribut Dharma Wanita perlu dirubah.

Arahan Mendagri menginsyaratkan bahwa Visi dan Misi organisasi harus dirubah, perubahan visi dan misi tidak cukup dengan SK, harus dituangkan dalam sebuah rancangan Anggaran Dasar yang disahkan dan ditetapkan di Munas. Namun Munas yang mana ? Munas tahun 2003? Tidak mungkin! (Sebagaimana diketahui Munas V Dharma Wanita baru berlangsung 2 bulan sebalumnya, sedangkan Munas Dharma Wanita sesuai Anggaran Dasar Dharma Wanita berlangsung 5 tahun sekali seiring dengan terbentuknya kabinet baru).
Dari hasil Munaslub Tahun 1999 itulah ada jawaban dan menyatakan bahwa mayoritas anggota menghendaki supaya organisasi Dharma Wanita direformasi. Sementara itu KORPRI sebagai Mitra Dharma Wanita pada Munas Pebruari 1999 mengeluarkan pernyataan sikap antara lain : Tidak akan berafiliasi dan tidak melibatkan diri dalam kegiatan partai politik dan tidak menjadi alat perjuangan partai politik (bersifat netral), KORPRI siap melaksanakan reformasi. Sejak awal KORPRI adalah Mitra Dharma Wanita, kedua organisasi tersebut harus sejalan dan sehaluan. Bisa dimengerti karena anggota KORPRI ialah suami dari Ibu-Ibu yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita. Itulah sebabnya bahwa Dharma Wanita harus mempunyai sikap yang sama dengan KORPRI.

Dengan berdasarkan pada : – Arahan dari Mendagri; – Hasil Angket anggota; – Pendapat berbagai pihak; – Memperhatikan hasil ketetapan Munas KORPRI.
Disusunlah rancangan Anggaran Dasar. Hampir setahun rancangan tersebut digodog oleh Panitia Munaslub-bolak-balik dari pusat ke daerah, dari daerah ke pusat. Memang sangat sulit untuk merubah pola pikir, mereka sudah bertahun-tahun terbiasa dengan mengenyam kemudahan-kemudahan. Sangat banyak kendala yang harus kami lalui. Kendala yang jauh lebih berat dari kendala sebelumnya, mungkin dikarenakan pada waktu itu sudah berada di alam demokrasi. Alhamdulillah, substansi rancangan Anggaran Dasar hampir seluruhnya diterima oleh sidang Munaslub. Yang menjadi pembahasan yang sangat hangat ketika itu ialah ketika membahas tentang perubahan nama ”Dharma Wanita” dengan sederetan nama yang diusulkan, antara lain : Persatuan Istri Pegawai Negeri Sipil (PIPNS) RI.
Dalam upaya menjembatani masalah tersebut, pengurus Pusat yaitu Ibu Hartini Hartarto selaku pemimpin Munaslub menyampaikan jalannya Munaslub pada hari pertama kepada Ibu Sinta Nuriyah, sebagai Penasehat Utama Dharma Wanita. Pada saat itu beliau mengusulkan menambah nama ”Persatuan” dibelakang nama Dharma Wanita untuk disesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional dibawah Presiden Abdurrahman Wahid.
Alhamdulillah, akhirnya Sidang Munaslub menerima usul kata Persatuan dibelakang Dharma Wanita menjadi DHARMA WANITA PERSATUAN. Puji Syukur kepada Allah SWT, bahwa Munaslub Dharma Wanita yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Desember 1999 telah menerima, menetapkan dan mengesahkan seluruh rancangan Anggaran Dasar dengan nama Organisasi Dharma Wanita Persatuan dan selanjutnya diadakan Pemilihan Ketua Umum, terpilihlah Ny. Dr. Nila F Moeloek menjadi Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan sampai saat ini.

Slide29Passdan merupakan sebuah organisasi di bawah naungan OSIS SMA Negeri 11 Medan. Passdan bertujuan untuk membentuk anggotanya agar bisa menjadi seorang pemimpin dan berjiwa pemimpin. Passdan berfungsi sebagai organisasi pendidikan dan pelatih di luar jam sekolah serta sebagai wadah pembinaan pelajar, memupuk semangat patriotisme dan kekeluargaan, yang pelaksanaannya di sesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan pelajar serta bangsa Indonesia. Selain itu passdan juga berhasil mengirim beberapa anggotanya menjadi seorang PASDA (PASkibra DAerah) yang mengibarkan bendera pusaka.

Passdan memiliki motto yang harus di pegang teguh oleh setiap anggota passdan. Motto passdan yaitu kedisiplinan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Terbukti dengan memegang motto tersebut kekeluargaan dan kebersamaan selalu terasa di setiap anggota passdan.

Visi dan misi passdan adalah menjadikan anggotanya menjadi seorang pelajar dan warga negara Republik Indonesia yang berjiwa pancasila, setia dan patuh kepada negara RI serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, berdisiplin tinggi, bertanggung jawab atas segala perkataan dan perbuatannya serta menjadi pemimpin diri sendiri, kjeluarga, teman dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

 

 

Diberitahukan kepada Bapak/Ibu serta siswa SMA Negeri 11 Medan, Bahwa pelaksanaan ulangan semester genap 2013/2014 untuk kelas X dan XI dilaksanakan mulai Hari Senin, Tanggal 9 Juni 2014.

Semoga para siswa dapat mendapatkan nilai yang maksimal dan diharapkan agar belajar bersungguh sungguh menyambut ulangan tersebut.

Demikian pengumuman ini diperbuat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

 

SMA NEGERI 11 Medan

ilustrasi

ilustrasi

Ada kekhawatiran pada masyarakat jika Kurikulum 2013 diterapkan akan ada penghapusan beberapa mata pelajaran. Kekhawatiran ini dijawab Mendikbud Mohammad Nuh, bahwa tidak ada penghapusan mata pelajaran, yang ada hanya pengintegrasian mata pelajaran.

Mata pelajaran IPA dan IPS di sekolah dasar (SD) diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Pengintegrasian ini dilakukan karena penting, serta menyesuaikan zaman yang terus mengalami perkembangan pesat.

Hadirnya kurikulum baru bukan berarti kurikulum lama tidak bagus. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan. Pergeseran paradigma belajar abad 21 dan kerangka kompetensi abad 21 menjadi pijakan di dalam pengembangan kurikulum 2013.
Ada empat standar dalam kurikulum yang mengalami perubahan, meliputi standar kompetensi lulusan, proses, isi, dan standar penilaian. Terhadap perubahan itulah maka rumusan standar kelulusan (SKL) pun berubah. Gambar 3 menunjukkan ruang lingkup SKL. Sedang gambar 4 dan gambar 5 berturut-turut tentang SKL Rinci dan SKL Ringkas.

tampak luar sman 11 medan

tampak luar sman 11 medan

Di sekolahku (SMA Negeri 11 Medan), ada ekskul yang namanya BSC atau yang lebih dikenal Bio Sains Community. Sama seperti artinya, ekskul ini adalah tempat siswa-siswi yang hobby sama pelajaran biologi. Mungkin ekskul seperti ini ada disekolah-sekolah lain, hanya namanya saja yang berbeda.

So, BSC itu tidak terpaku hanya materi saja yang bisa buat kita boring. Tiap minggunya kita melakukan praktikum yang menarik seperti :

Membuat Pupuk kandang dan kompos.
Waktu itu, seharusnya bawa daun-daun yang kering. Tapi, karena kelompok aku gak ada yang bawa, kami memetik daun-daun di depan sekolah. What a funny memories.
Mempelajari morfologi dan anatomi hewan.
Disini, acara yang paling aku suka, yaitu membelah-belah organ tubuh hewan. Membelah hewan kelas pisces (Cyprinus caprio/ikan mas), Molusca (Loligo/Cumi), serta berbagai jenis cacing dan masih banyak lagi yang kalau diceritakan satu persatu disini bisa mengalahkan novel Harry Potter tebalnya. ^_^
Mengklasifikasi hewan – hewan dan tumbuhan sekitar.
Jadi, kami membuat plang nama latin disekitar tumbuhan sekolah, sehingga pas ujian jadi tidak terlalu ribet menghafalnya, karena sudah biasa baca pas duduk-duduk istirahat. Ditambah mengkonsumsi cerebrovit, sehingga cerebellum kita lancar mengingat.
Membuat awetan basah hewan, Herbarium dan Inssektarium.
Koleksi awetan basah yang kami lakukan sekitar 30 spesies kemarin saat menjelajah pantai Sialang buah.
Herbarium atau pengawetan kering tumbuh-tumbuhan juga lumayan banyak dan dari berbagai divisi. Seperti Thallophyta (Jamur Ganggang), Bryophyta(Lumut), Pteridophyta (Paku-pakuan).
Insektarium dan Taksidermi kebetulan belum ada koleksinya, karena bahan-bahannya yang kurang. Tapi kami anggota BSC harus tahu bagaimana mekanisme pembuatannya.

Nah, selain praktikum menarik tiap mingguannya, terdapat juga Study Tour tiap semesternya, seperti :

Menjadi tutor sebaya
Disini, anggota BSC menjadi tutor untuk mengarahkan 40 siswa (1 kelas) ke Gallery Rahmat (Tempat Taksidermi dengan koleksinya yang banyak dan mantab). Jadi, selain kita mempelajari all about Biologi, anggota BSC juga mendapat pelajaran dan pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas komunikasi kita ke orang banyak. Selain itu, kita juga dituntut untuk berani bersuara didepan umum, tidak kaku. Itu penting sekali di zaman sekarang.
Kunjungan ke Lab. Kultur Jaringan
Di lab kultur jaringan ini, kita diajak untuk membuat bibit – bibit siap pakai. Disini kita juga diajar mengenai rekayasa genetik pada tumbuhan. Kalau dulu saya tahunya tumbuhan itu bisa tumbuh dari bijinya, atau batangnya saja, disini saya baru tahu kalau daun juga bisa menjadi bibit unggul. Bahkan, bukan hanya daunnya saja, semua bagian tubuhnya bisa dijadikan bibit unggul. Di tempat ini, kita harus benar – benar steril agar tidak terkontaminasi bakteri.
Camping Time
Camping bukanlah hal yang langka lagi bagi ekskul-eksul disekolah. Tapi, biasanya camping adalah hal yang ditakuti bagi anggota baru disuatu ekskul outdoor. Biasanya, disini anggota-anggota baru dilatih fisik dan mentalnya dengan dimarah-marahi atau dikerjai senior. Tapi, BSC mengadakan camping hanya untuk mencari tumbuh-tumbuhan yang akan di herbarium. Selain itu, diadakan juga games untuk memacu kecepatan berpikir. Ini merupakan bentuk refreshing akibat kesibukan di sekolah yang bikin penat dan jenuh. Tidak ada adegan senioritas menakutkan. Maka dari itu saya suka ekskul ini.

- See more at: http://xcelbrain.com/cool-happening/ekskul-favorite/bsc-bio-sains-community-sman-11-medan/#sthash.PKUo3v4f.dpuf

ilustrasi

ilustrasi

Jakarta, SMAN 11 MEDAN — Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan (Wamendik) Musliar Kasim menegaskan, percetakan penyedia buku Kurikulum 2013 tetap disilakan mencetak buku walaupun data pesanan dari sekolah belum diterima. Hal tersebut, kata dia, disebabkan percetakan telah memegang data jumlah guru dan siswa dari provinsi yang ditanganinya.

“Kemarin dalam rakor dengan dinas pendidikan dan penyedia buku Kurikulum 2013 sudah saya tegaskan, percetakan tidak perlu menunggu pesanan. Data sudah ada tinggal mencetak saja,” demikian disampaikan Wamendik usai menghadiri pertemuan dengan Uni Eropa dan perwakilan Australia di Jakarta, Selasa, (3/06/2014).

Wamendik menyebutkan, hingga saat ini proses pencetakan buku Kurikulum 2013 mencapai 25 persen. Proses percetakan terus berlangsung hingga akhir bulan Juni ini, sebelum nantinya disalurkan ke sekolah. “Terutama didahulukan daerah yang jauh distribusinya,” katanya.

Meskipun percetakan diberi kewenangan untuk mencetak, untuk proses pengiriman harus sesuai dengan pesanan. Jangan sampai, buku yang sampai di sekolah tidak terpakai karena sekolah merasa tidak pernah memesan buku tersebut. Dinas kabupaten/kota, kata Wamendik, berperan untuk memantau proses pemesanan dan distribusi ke sekolah.

Dari data lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP), tercatat ada 30 percetakan yang menang dalam tender pencetakan buku Kurikulum 2013. Percetakan-percetakan ini akan mencetak empat kelompok buku bagi jenjang SD dan SMP. Dan dalam satu provinsi, bisa jadi ada lebih dari satu percetakan yang menangani, sesuai dengan penugasan kelompok buku.

Tingkat kelulusan UN siswa SMA dan SMK Kota Medan tahun 2014 cukup tinggi, dimana kelulusan SMA mencapai 99.95%, sedangkan tingkat kelulusan UN siswa SMK mencapai 99.89%. Dari total siswa SMA yang mengikuti Ujian Nasional yakni 24.648 orang siswa yang tidak lulus sebanyak 13 orang atau 0.05%. Untuk siswa SMK yang mengikuti Ujian Nasional sebanyak 17.514 yang tidak lulus sebanyak 19 orang atau 0.11%.

tut wuri handayaniMedan, (Analisa). Sebanyak 41 stand mengikuti pameran pendidikan Kota Medan tahun 2014 di Lapangan Merdeka Medan, Jumat (23/5). Pameran ini dibuka Plt Walikota Medan, Dzulmi Eldin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Drs Marasutan Siregar, MPd mengatakan, pameran ini diikuti 41 stand yang berasal dari Dinas Pendidikan Kota Medan (1 stand), Forum unit pelaksana teknis (UPT) 5 stand, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP 6 stand, MKKS SMA (12 stand), MKKS SMK (14 stand) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD ) 2 stand serta lembaga swasta (1 stand).

“Pameran diisi dengan lomba kreativitas siswa di antaranya lomba power point tingkat SMP, festival ekskul tingkat SMA/SMK, festival tari kreasi daerah tingkat SD dan pentas seni tingkat TK,” kata Marasutan.

Dia menjelaskan, pameran pendidikan merupakan agenda tahunan. Kegiatan ini bagian dari pembangunan citra publik sebagai wadah informasi pendidikan saat ini. Kegiatan diikuti seluruh jenjang satuan pendidikan Kota Medan, mulai dari PAUD sampai pendidikan menengah maupun pendidikan non formal.

Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan Dzulmi Eldin sangat mendukung dan mengapresiasi digelarnya even ini. Sebab, pendidikan bukan hanya terbatas pada proses belajar mengajar, lebih dari itu proses pendidikan dapat mengembangkan potensi-potensi unggul dan besar yang dimiliki para siswa. Dengan begitu mereka dapat memunculkan dan mengembangkan kreatifitas guna menjawab persaingan dan tantangan global di masa yang akan datang.

“Selain itu pendidikan juga merupakan modal utama dalam mewujudkan kemandirian siswa, serta kematangan mental dalam melanjutkan pembangunan daerah. Karena itu saya selalu mendukung sepenuhnya penyelenggaraan pameran ini dan berharap even ini dapat memberikan kontribusi dalam penyediaan informasi bidang pendidikan, khususnya bagi pelajar dan orang tua untuk mengenal lebih luas berbagai produk pendidikan dari semua tingkatan pendidikan,” kata Eldin.

Dia berharap pameran pendidikan ini bisa dijadikan sebagai media komunikasi langsung antar pelaku dunia pendidikan dengan masyarakat Kota Medan, sehingga akan menciptakan rasa kebersamaan dan kerjasama dalam membangun Kota Medan, khususnya bidang pendidikan.

Eldin mengingatkan, pendidikan saat ini memegang peranan yang cukup penting, terutama untuk meningkatkan kemampuan kompetitif bangsa. Karenanya, tidak bisa bisa menutp mata terhadap serbuan-serbuan produk-produk dan tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari pasar global. “Jadi kita harus siap berkompetisi secara sehat, termasuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015,” ungkapnya.

Guna menjawab tantangan pasar global tersebut, kata Eldin, Kota Medan harus terus berusaha memperbaiki serta menciptakan inovasi-inovasi baru, khususnya dalam bidang pendidikan. Karenanya, pembangunan pendidikan menjadi salah satu prioritas pokok dalam pembangunan kota. Hal ini terlihat dari jumlah anggaran yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski demikian pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja namun membutuhkan partisipasi dari semua pihak dan pelaku dunia pendidikan.

“Mari kita menyatukan tekad dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan serta bekerja keras untuk melahirkan terobosan-terobosan inovatif, guna mempersiapkan generasi emas yang kita cintai,” ajaknya.

Sejumlah hasil kreatifitas siswa berupa mobil rakitan, alat pencetak pavin block, kereta berbahan bakar gas serta aneka produk elektronik yang dipamerkan menarik perhatian Plt Wali Kota beserta rombongan.

  • SISKA (SISTEM INFORMASI AKADEMIK) DARI TELKOMSEL DI SMA NEGERI 11 MEDAN

    SISKA (SISTEM INFORMASI AKADEMIK) DARI TELKOMSEL DI SMA NEGERI 11 MEDAN

    Telkomsel kembali menunjukkan komitmen untuk mendukung penuh peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia melalui penerapan layanan digital pada siswa sekolah. Tingginya pengguna layanan digital pada kalangan siswa mendorong Telkomsel untk memanfaatkan aplikasi mobile digital untuk menunjang pendidikan menjadi alasan diluncurkannya aplikasi sistem informasi pendidikan. SISKA (Sistem Infrmasi Akademik), merupakan program Telkomsel yang telah diluncurkan dan di… Selanjutnya »
  • Merayakan HUT ke-71 RI, SMAN 11 Medan Gelar Pertandingan Olahraga

    Merayakan HUT ke-71 RI, SMAN 11 Medan Gelar Pertandingan Olahraga

    Medan (SIB)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan ke-71 Republik Indonesia (RI), SMA Negeri 11 Medan melaksanakan berbagai pertandingan olehraga, Adiwiyata antar kelas dan pesta rakyat. Hal itu dikatakan Staf Wakasek Kesiswaan yang juga Wakil Ketua Pelaksana HUT ke-71 RI SMAN 11 Medan, Supraba Ika Sari SPd MSi MPd kepada SIB, Selasa… Selanjutnya »
  • Gebyar Kreativitas Siswa 2017 SMAN 11 Medan Dimeriahkan Antraksi Pencak Silat

    Gebyar Kreativitas Siswa 2017 SMAN 11 Medan Dimeriahkan Antraksi Pencak Silat

    Medan (SIB) -Gebyar kreativitas siswa SMAN 11 Medan 2017 dan kompetisi Bahasa Inggiris se-Sub Rayon 11 Medan, Jumat 3-4 Februari 2017 dimeriahkan dengan antraksi pencak silat dari beberapa siswa berprestasi, di antaranya Tiessya Windari (juara 1 kategori tuggal putri O2SN tingkat Provinsi) dan tari persembahan Azizi. Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Provsu Dra Hamidah br Pasaribu… Selanjutnya »
  • Siswa SMA Negeri 11 Ini Libatkan Semua Siswa dalam Kegiatan Keagamaan

    Siswa SMA Negeri 11 Ini Libatkan Semua Siswa dalam Kegiatan Keagamaan

    Laporan wartawan Tribun Medan/ Wiwi Deriana TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebagai bagian dari Badan kenaziran mushola Darul I’lmi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Medan dan Ketua Divisi Agama di OSIS , Adi Hartono, rutin mengadakan kegiatan hari besar Agama Islam di sekolah. Ia menuturkan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan ketaqwaan semua siswa sekolah kepada Tuhan… Selanjutnya »
  • Siswa Berprestasi SMA N 11 Medan Ini Latih Kemampuan Kepemimpinan di OSIS

    Siswa Berprestasi SMA N 11 Medan Ini Latih Kemampuan Kepemimpinan di OSIS

    Laporan wartawan Tribun Medan/ Wiwi Deriana TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjadi ketua OSIS di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Medan, dikatakan Wisnu merupakan kesempatannya untuk melatih kemampuan sebagai pemimpin. Di sini ia juga bisa semakin meningkatkan prestasinya. Karena itu, saat melihat ada kesempatan menjadi Ketua OSIS ia mencalonkan diri dan terpilih. "Menjadi Ketua OSIS mengajarkan… Selanjutnya »
Shoutbox

Loading

WP Shoutbox
Name
Website
Message
Smile
Archives