PUISI-PUISI HARI KEBANGKITAN NASIONAL 2021
SISWI SMAN 11 KELAS XI IPA 1

SISWI SMAN 11 KELAS X IPA 2

PEMBACA PUISI STANZA 1 : SOFIA AQILA YASMIN

PEMBACA PUISI STANZA 2: CHRISTIN TABITHA PUTRI MANURUNG

KUMPULAN PUISI TENTANG KEBANGKITAN NASIONAL TAHUN 2021

BANGKITLAH  INDONESIAKU

Karya : Audia Permata Zura Siregar (X IPA 3)

Garis cakrawala adalah bayangan hampa

Memancar sinar mutiara katulistiwa

Mimpi-mimpi sempurna datang menghampiri

Sempurnakan pertemuan rasa menggapai mimpi

                               Bukalah matamu wahai pemuda dan pemudi bangsa ini

                               Sudah sekian lama kita dijajah

                               Dikuasai,diperbudak oleh bangsa lain

Dengan semangat tersimpan

Dan dengan tekat yang tertanam

Bangkitlah Indonesiaku….

Bumi pertiwiku….

Yang sangat aku banggakan

                               Kita satukan semangat persatuan

                               Kita kerahkan jiwa dan raga

                               Demi Indonesia kita

                               Demi bangsa kita

Bangkitlah Indonesiaku….

Bangkilah pemuda dan pemudi bangsa ini

Marilah kita bersama-sama menjaga bangsa ini

Menjaga NKRI kita

                               Bangkitlah….

                               Bangkitlah….

                               Bangkitlah Indonesiaku…

PUISI  KEBANGKITAN NASIONAL

Karya : X IPS 2

Dimana engkau generasi ku…

Masihkah kita terlena…

Dengan keterpurukan negeri…

Kesetiaan yang tergadai

Kejujuran yang begitu langka

Loyalitas hanyalah tameng untuk mendapatkan keuntungan diri semata..

Inikah cermin kita generasi ku…

Dimana jiwa sumpah pemuda itu..

Kemana kita bawa pertiwi ini…

Aku bertanya…

Namun pertanyaanku karam

dicadas – cadas bebatuan tajam..

Bangkitlah generasiku…

Lupakah kita atau hati kita telah mati..

Perjuangan yang ditebus dengan nyawa..

Kemerdekaan yang diraih dengan darah dan derita…

Bangkitlah bangsa ku…

Kita lanjutkan perjuangan dengan kwalitas diri..

Kita pertahankan kemerdekaan Pertiwi dengan prestasi..

Karena Indonesia harga mati.

Bangkit bersama karena kita bisa..

PERJUANGAN INDONESIA

                           Karya: Cut Ashma Ul Husna (XI IPA 7)

Tertidur aku sangat lelap

Terdengar sorakan yang sangat kuat

“Merdeka, merdeka, merdeka”

Semua mata berbinar

Seakan luka tak lagi terasa

Sangat jelas di telinga

Dan terasa lebih nyata

Tidak inginku terbangun

Ketika mimpi itu sangat indah

Banyak harapan dalam doa

Kebahagiaan dimana-mana

Ucap syukurku pada Tuhan

Seketika aku sadar

Mimpi ini adalah kenyataan

Sudah ratusan tahun sejak Indonesia di jajah

Banyak pejuang telah gugur

Namun tak sia sia terus berjuang

Demi tanah air Indonesia

Lega sudah rasa khawatir

Dengan tekad yang semangat

Akhirnya kita hadir

Jangan sia-siakan

Para pejuang yang terus berjuang

Demi kita, demi negeri ini

Bangkitlah semua…

Ingatlah semua…

Bangsa ini adalah milik kita

Sebagai penerus Indonesia

Yang kuat dan berilmu..

BERSATULAH INDONESIAKU

      Karya : Sofyan Dikha Rahman (XI IPA 7)

Kita, para harapan bangsa

Bersumpah setia pada negara

Berseru Bhinneka Tunggal Ika

Tapi, amat gampang terpecah belah

Terpecah bukanlah hal trivial

Pada dahulu kala

Penjajah kalah bukan karena sial

Para pemuda lah yang dengan frontal menolak bala

Tumpah darah mereka yang merah

Terbelenggu, tersiksa karena penjajah

Namun, apakah mereka menyerah?

Apakah mereka tertekuk pasrah?

Tidak, mereka tetap berjuang

Bersatu dan niscaya dapat menang

Jadi, marilah kita meneruskannya

Demi masa depan yang cerah bagi nusantara

Bangkitlah bangsaku

Bersatulah agar tak mudah di adu

Tunjukkan semangat dalam diri kita

Untuk Indonesia sejahtera.

KEMANA ?

Karya : Wulan Maria Anjelita Silaban (XI IPA 7)

Pernahkah terbayang di benakmu?

Wahai tunas muda generasi penerus

Tentang semangat juang para pendahulu

Tentang mimpi-mimpi indah mereka yang mengelu-elukan Jaya Indonesia

Tentang harapan mereka yang ingin merajut harmoni Indonesia

Pernahkah tergambar di pikiranmu?

Wahai kaum muda penerus bangsa

Tentang bagaimana indahnya semangat juang para pahlawan

Tentang betapa indahnya Indonesia yang Jaya

Tentang mesranya Indonesia yang harmonis

Sudah seabad lamanya

Seabad lebih tiga belas tahun tepatnya

Hari ini, 20 Mei 2021

Lahirnya Kebangkitan Nasional

Indonesia bersatu, Indonesia menyatu

Tak ada aku dan kau, melainkan kita “Indonesia”

Ah, kalau kubayangkan masa-masa itu

Masa-masa indah bukan?

Saat semua bisa meruntuhkan ego masing-masing

Saat tak ada rasa saling ingin mendominasi

Saat semua bisa bersatu dan padu atas nama cinta Indonesia

NEGERI INDONESIA

Karya : Agnes Priscylia Br. Sinabang (XI IPA 7)

Luasnya Nusantara

Dari ujung Sumatera sampai ujung Papua

Berjejer rapi berdiri dengan kokoh

Penuh keberagaman

Direbut sekuat tenaga oleh para pejuang bangsa

Mengorbankan darah

Mengorbankan nyawa

Demi para penerus bangsa

Penerus bangsa, mari bangkit

Bangkit untuk kebangkitan Indonesia

Indonesia kita

Tunjukkan Semangat Pemuda bangsamu

Bagi negeri Indonesia

NASKAH MUSIKALISASI PUISI X-IPA 2

STANZA PUISI KE-1:

                                                     JERITAN NEGERI DEMI KEBANGKITAN IBU PERTIWI

Apa Kau Masih Ingat Indonesia

Bagaimana Para Pejuang Kemerdekaan Mempertaruhkan Nyawa Mereka

Kelelahan, Ketakutan, Bahkan Kematian Yang Silih Menghantui Mereka

Jutaan Air Mata Serta Tumpahan Darah Yang Tidak Bisa Dibayarkan

Jiwa Jiwa Yang Gugur Senantiasa Berdatangan

Semuanya Hanya Untuk Kemerdekaanmu Indonesia

Suara Suara Desing Peluru Yang Memekakan Telinga

Teriakan Semangat Pejuang Yang Menggetarkan Ulu Hati

Bangkit Bangkit Dan Bangkit !!!

Tanah Yang Dipijak Sudah Bermandikan Darah Mayat Rakyat-Rakyat Yang Tak Berdosa

Mereka Mati Untuk Negeri

Mereka Mengorbankan Jiwa Raga Untuk Indonesia

Wahai Para Pemuda Pemudi

Kita Adalah Indonesia

Kita Adalah Pejuang Penerus Negeri Ini

Bangunlah Dari Tidur Mu

Lihatlah, Pandanglah Negeri Ini

Karena Ia Masih Tetap Membutuhkan Mu, Membutuhkan Semangatmu, Dan Membutuhkan  Suaramu

Apa Kau Tidak Ingat

Bagaimana Jenderal Sudirman Melantangkan Suaranya Ke Hadapan Penjajah Dalam Keadaan Sakit

Bagaimana Perjuangan Bung Karno Untuk Memproklamasikan Kemerdekaan

Sungguh Betapa Susahnya Mereka Membangun Negeri Ini

Lapar, Dahaga, Sudah Tak Berasa

Kekacauan Lalu Lalang Pun Silih Menghampiri

Wahai Pemuda Pemudi

Indonesia Tempat Kita Berpijak

Tempat Kita Dilahirkan

Dan Tempat Kita Menyimpan Sejuta Kenangan

Sudah Begitu Besar Perjuangan Pahlawan Kita Untuk Negeri Ini

Sudah Menjadi Kewajiban Kita Untuk Melanjutkan Perjuangan Mereka

Bangunlah, Semarakkan Suaramu

Kita Disini Untuk Menyempurnakan Kemerdekaan Bangsa

Melepaskan Rakyat Dari Belenggu Tak Kasat Mata

Dan Melestarikan Segala Yang Ada Di Bumi Pertiwi Ini Agar Semakin Jaya

Katakan Kepada Mereka

Ini Negeri Ku, Bangsa Ku, Kekayaan Alam Negeri Ku, Dan Hanya Milik Indonesia ku

STANZA PUISI KE-2 :

Kami Berdiri

Menciptakan Hari Kebangkitan Nasional

Agar Kau Tetap Berdiri

Bukan Untuk Terdiam Dan Berpaku Diri

Jangan Hanya Terdiam Indonesia

Sekarang Bukan Waktunya Bersedih

Sekarang Bukan Waktunya Untuk Merana

Sekarang Waktunya Untuk Bangkit

Sekarang Saatnya Menunjukkan Siapa Kita

Bangkitlah Wahai Pemuda

Bangkitlah Wahai Negeriku

Bangkitlah Indonesia

Kobarkan Semangat Nasionalisme

Karena Bersama Kita Pasti Bisa !!!

KALIMAT PENUTUP DARI SISWA/I X-IPA 2:

Indonesia

Keragaman Menjadi Kebanggaannya

Ini Bukan Tentang Perbedaan

Tapi Untuk Persatuan

Para Pemuda Pemudi Indonesia

Kita Bersumpah Untuk Bersatu

Bersatu Merebut Kemerdekaan

Hari Ini 20 Mei 2021

Saya

Kamu

Kita

Berjanji Dengan Seluruh Jiwa dan Raga

Meneruskan Perjuangan Para Pahlawan

Mari Kita Jaga

Mari Kita Berjuang

Mari Kita Melangkah Bersama

Langkahkan Kakimu Untuk Kehidupan

Langkahkan Kakimu Untuk Lingkungan

Untuk Indonesia Tercinta

KEBANGKITAN NASIONAL

Karya : Erni Suriani MC

Wahai pemuda pemudi

Mari lawanlh kebodohan

Diusiamu yg bukan yg dini lagi

Kejar terus semangat kebangsaan

Kebudayaan kt punya

Kearifan kt punya

Kerahtamaaan kt punya

Indonesia tercinta kt punya

Bangun dan berjuang

Bela negara Indonesia

Kecintaan kt junjung

Kemerdekaan kt raih dg tidak sia-sia

Merdeka dalam kebodohan

Merdeka dlm kemiskinan

Merdeka dlm kehidupan

Merdeka dlm keabadian

KEBANGKITAN NASIONAL

Karya : Stevi Afriza

Wahai Indonesiaku…

Wahai negaraku…

Bangsa Indonesia telah menetapkan dua puluh Mei

Sebagai hari kebangkitan Nasional

Yang harus di peringati dengan khidmat dan penuh semangat oleh para pemuda pemudi negeri ini.

Wahai pemuda pemudi Indonesia

Bukalah mata kalian semua

Lihatlah negara kita sekarang ini

Negara yang dulunya di jajah oleh bangsa asing

Kini sudah merdeka atas perjuangan para pahlawan kita

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membalas jasa mereka wahai generasi Indonesia?

Penerus generasi Indonesia….

Lihatlah pada masa sekarang ini

Yang kita lakukan hanyalah bangkit

Bangkit dari kebodohan, bangkit dari kejahatan, bangkit dari disintegrasi bangsa dan bangkit dari keterpurukan dalam hidup kita

Bangkitlah dengan rasa semangat dan penuh dengan kewibawaan

Wahai pemuda pemudi Indonesia…

Marilah bersama-sama kita mewujudkan Indonesia yang merdeka, Indonesia yang sejahtera dan Indonesia yang penuh dengan sikap kepedulian

Hari ini tepatnya hari kebangkitan Nasional Mari bersama-sama kita bangkit untuk menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera

INDONESIA KU TERCINTA

Karya : Dava Ade Syahputra Simorangkir

Negeriku tercinta Indonesia

Penuh dengan pemuda pemudinya yang cerdas

Pemuda pemudinya yang beragam

Akan Agama, Suku, dan Ras

Hari ini….

Marilah kita para pemuda dan pemudi bangkit

Tuk membantu negeri ini

Negeri kita Indonesia

Yang sedang menderita

Menderita karena…. Kemiskinan

Karena…. Kebodohan

Karena…. Korupsi para pejabat

Terutama karena…. Pandemi Covid-19

Saatnya kita bangkit

Bukan sekedar bangkit dari tidur biasa

Tetapi bangkit tuk negeri ini

Indonesia tanah air tercinta

Tak perlu ragu

Tak perlu takut

Mati kita bangkit

Jangan tunda lagi

Jika tidak sekarang, kapan lagi?

Wujudkan impian negeri ini

Menjadi negeri yang hebat

Menuju Indonesia emas 2045

BANGKITLAH INDONESIAKU

Karya : Rofita Amanda Pohan

Buka mata wahai pemuda, yang tua, putra dan putri bangsa ini Sudah sekian lama kita dijajah oleh negara asing Kapan kita akan bangkit? 

Indonesiaku Bangkitlah, Indonesiaku Dengan seluruh perjuangan para pahlawan Sudah kewajibanku untuk melanjutkannya Aku, untuk Indonesiaku 

Bumi pertiwiku Yang sangat aku banggakan Yang sangat aku cintai Berdirilah engkau, bangkitlah engkau, bangkitlah, Indonesiaku

API YANG MEMBARA

Karya : Ighra Amalia

Api yang panas membara

Seperti semangat pejuang

Yang berjuang di pagi dan malam

Yang rela memberikan nyawanya

Tangannya yang kokoh

Melawan ketidakadilan

Kaki yang bagai besi

Menyusuri jalan setapak

Di panasnya terik matahari

Dia tetap berjuang dan semangat

Bangkitlah

Wahai warga indonesia

Bangunlah semangat seperti para pejuang

Bangunlah warga indonesia

Bakar api semangatmu seperti pejuang

Walau kita berbeda suku

Walau kita berbeda agama

Majukanlah indonesia

Bangkitlah semangat persatuan

Hari Kebangkitan Nasional telah Tiba

Karya : Sofia Utami Siregar

Bangsa Indonesia telah menetapkan dua puluh mei

sebagai hari kebangkitan nasional yang harus diperingati dengan khidmat oleh seluruh putra putri negeri ini. Hari  tersebut dipilih bukan asal pilih Budi Utomo adalah organisasi yang berciri khas nasionalis modern dan berorientasi pada kemerdekaan bangsa Indonesia.

Perjuangan mereka tidak semata-mata mengandalkan senjata, tapi melalui pemikiran dan diplomasi yang berat dan tak kalah melelahkan. Bangsa Indonesia harus meneladani semangat kebangkitan nasional yang bergelora dalam dada para pemuda bangsa.

Semangat tersebut memberi landasan perjuangan anak-anak muda dalam menghadapi penjajahan belanda. Setelah itu bermunculan organisasi- organisasi yang hendak turut andil memerdekakan bangsa Indonesia. Kebangkitan nasional adalah momentum bagi bangsa Indonesia untuk bangkit melawan penjajah kala itu. Pada masa sekarang, kebangkitan nasional adalah momentum untuk bangkit melawan kebodohan, kejahatan dan disintegrasi bangsa dengan fokus satu tujuan Indonesia yang bermartabat dan mampu menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

KEBANGKITAN NASIONAL

Karya : Afiq Triyandi Hakam

Meminum secangkir kopi

Melihat Indonesia raya

Mendengar jutaan rakyat

Mengeluh dengan negara

                         Matahari terbit

                         Fajar telah tiba

                         Dan aku melihat 8 juta kanak kanak-kanak

                         Tanpa pendidikan

Aku bertanya

Tetapi pertanyaanku

Membentur meja kekuasaan yang macet

Dan papan tulis para pendidik

Yang terlepas dari persoalan kehidupan

                          8 juta kanak-kanak

                          Menghadapi satu jalan panjang

                          Tanpa tujuan

                          Tanpa kesenangan

                          Merasakan kesengsaraan

                          Dan pahitnya kehidupan

Sekarang aku sadar

Negara ini harus dibangun Dengan pendidikan

HARI KEBANGKITAN NASIONAL

Karya : Naura Ayu Shabilla

Hari Kebangkitan ini

Bukan sekedar untuk seremoni

Diperingati tapi tak lagi beri arti

Dimeriahkan tapi tak ada makna tergapaikan

Hari Kebangkitan ini

Tak lain adalah pengingat

Apa yang telah dipersiapkan untuk

Bangsa ini

Kebangkitan apa yang kita gaungkan

Ini adalah soal

Kebangkitan sejati

Bukan sekedar tradisi

INDONESIA KAMI SAAT INI

Karya : Rubin Artha Yeremia Halawa

Negara kami tercinta  Indonesia,

Nasibmu saat ini menderita,

Rakyatmu saat ini sengsara,

Pemimpin yang tidak bijaksana dan adil Apakah mereka pantas memimpin negara tercinta ini.

Oh Indonesia tumpah darah kami semua, Apakah belum lahir, Seorang pemimpin yang kami cari, Apakah rasa kepemimpinan itu masih disimpan di nurani,

Tertinggal di lubuk hati Tak dibawa sekarang ini.

Kami mengharapkan pemimpin yang memiliki kebijaksanaan, Bersifat adil,

Peduli negara dan rakyat.

Andaikan kutemukan Seorang pemimpin dunia, Seorang pemimpin Indonesia.

BANGKIT

Karya : Muthia Rahma

Bangkit itu … Susah

Susah melihat orang lain susah

Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu … Takut

Takut Korupsi

Takut makan yang bukan haknya

Takut Mencoreng Nama Baik Bangsa

Bangkit itu… Marah

Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu… Mencuri

Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit Itu … Malu

Malu menjadi benalu

Malu karena minta melulu

Bangkit itu … Tidak Ada

Tidak ada kata menyerah

Tidak ada kata putus asa

Bangkit Itu …. Aku Untuk Indonesia

BANGKITLAH PUTRA PUTRI NEGERI

Karya : Najwa Zafira Situmorang

Lihatlah wajah bangsa Indonesia

akhir-akhir ini seperti tercabik-cabik

oleh egoisme kelicikan disintegrasi kemiskinan kejahatan penyalahgunaan kekuatan politik dan oleh pemaksaan kehendak sekelompok massa

Semua itu terbaca jelas melalui media massa atau sosial media

Wahai para pemuda

di pundakmu terpikul beban berat tersebut

yang harus engkau singkirkan

semua persoalan itu harus terselesaikan

Melalui peringatan hari kebangkitan nasional

ini saatnya kita bersama

berdiri berbaris  di bawah kibaran bendera merah putih

hanya merah putih

Merah Putih…

kita harus menghilangkan perbedaan Suku Agama Ras dan Antar Golongan

demi tercapainya bangsa Indonesia yang melindungi segenap rakyatnya

sebagaimana tujuan para pendiri bangsa Indonesia

MEMBANGUN NEGERI

Karya : Dinda Alawiyah Hasrin X IPA 1

Apakah membangun negeri

Hanya kewajiban para petinggi

Keharusan para menteri

Apakah membangun negeri

Hanya bisa dilakukan

Orang yang bukan uang milyaran

Apakah hanya orang

Yang punya jabatan?

Tidak, tentu tidak,

Ini adalah kewajiban semua

Orang yang bersemangat di bumi pertiwi

Jengkal tanahnya adalah kewajiban kita tuk lestarikan olah dan hasilkan

No.. mesti dengan kekayaan

Pikiran dan tenaga amat berharga

Negeri ini

Tak butuh orang yang mau memberi

Jika jabatan dijanjikan

Negeri ini tak butuh

Uluran tangan sekejap Demi raihan kekuasaan

SEMANGATT PEMUDA UNTUK KEBANGKITAN INDONESIAKU

Karya : assyifa padiska

Kita adalah adalah pemuda terbaik bangsa Dengan semangat bersumpah menjaga persatuan Hari ini tak ada kata Merdeka, merdeka, dan merdeka Karena  pemuda terbaik Indonesia kini lebih mencontoh dengan gerakan bukan ucapan Tak peduli siapa engkau dan siapa mereka Jika kau adalah aku Maka jaga sumpah pemuda yang dulu pemuda Indonesia Ikrarkan Berjanjilah dengan sumpah setia pada Negara Karena kau dan aku adalah Indonesia Gelorakan semangat pemuda dalam diri kita Kita adalah Indonesia Inilah kebangkitan Indonesiaku Inilah Semangat Sumpah Pemuda diriku untuk negeri bernama INDONESIA

SEMANGAT PEMUDA UNTUK KEBANGKITAN NASIONAL

Karya  : Marseliyo Pandenius Lubis

Kita adalah adalah pemuda terbaik bangsa

Dengan semangat bersumpah menjaga persatuan

Hari ini tak ada kata Merdeka, merdeka, dan merdeka

Karena  pemuda terbaik Indonesia kini lebih mencontoh dengan gerakan bukan ucapan

Tak peduli siapa engkau dan siapa mereka

Jika kau adalah aku

Maka jaga sumpah pemuda yang dulu pemuda Indonesia Ikrarkan

Berjanjilah dengan sumpah setia pada Negara

Karena kau dan aku adalah Indonesia

Gelorakan semangat pemuda dalam diri kita

Kita adalah Indonesia

Inilah kebangkitan Indonesiaku

Inilah Semangat Sumpah Pemuda diriku untuk negeri bernama INDONESIA

JADILAH PEMUDA

Karya : Ainis Syifa Nasution x ipa¹

Puluhan tahun sudah usiamu

pernahkah disadari semuanya

kalau masa depan negeri ini

ada di pundakmu

Jadilah pemuda mandiri, kreatif, dan inovatif

demi kejayaan dewi pertiwi

nuju kebahagiaan hakiki

nuju indahnya kenyamanan

Wahai pemuda persada nusantara

tetesan keringat para pejuang masa lalu

adalah anugrah yang

berkuasa menanti estapet perjuanganmu

hari ini

Selangkah demi selangkah kebangkitanmu

menentukan nasib generasi selanjutnya

jadilah pemuda harapan ideal bangsa

dengan belajar, belajar dan belajar

menjadi manusia yang berkarakter, bermartabat,

dan bermanfaat bagi sesama.

INDONESIA KU KINI

Karya : Muhammad Azis Farhansyah

Negaraku cinta Indonesia Nasibmu kini menderita Rakyatmu kini sengsara Pemimpin yang tidak bijaksana Apakah pantas memimpin negara yang aman sentosa Oh Indonesia tumpah darahku Apakah belum terbit, Seorang pemimpin yang kita cari Apakah rasa kepemimpinan itu masih disimpan di nurani Tertinggal di lubuk hati Tak dibawa sekarang ini Rakyat membutuhkanmu Seorang Khalifatur Rasyidin Yang setia dalam memimpin Menyantuni fakir miskin Mengasihani anak yatim Kami mengharapkan pemimpin yang soleh dan solehah Pengganti tugas Rasulullah Sebagai seorang pemimpin ummah Yang bersifat Siddiq dan Fatanah Andaikan kutemukan Seorang pemimpin dunia Seorang pemimpin agama Seorang pemimpin Indonesia Hanya Allah Yang Mengetahuinya

BANGKITLAH PUTRA PUTRI NEGERI

Karya : Salsabila Lubis

Bangkitlah putra puteri negeri

Lihatlah wajah bangsa Indonesia

akhir-akhir ini seperti tercabik-cabik

oleh egoisme

kelicikan

disintegrasi

kemiskinan

kejahatan

penyalahgunaan kekuatan politik

dan oleh pemaksaan kehendak sekelompok massa

Semua itu terbaca jelas melalui media massa

atau sosial media

Wahai para pemuda

di pundakmu terpikul beban berat tersebut

yang harus engkau singkirkan

semua persoalan itu harus terselesaikan

Melalui peringatan hari kebangkitan nasional

ini saatnya kita bersama

berdiri berbaris  di bawah kibaran bendera merah putih

hanya merah putih

Merah Putih…

kita harus menghilangkan perbedaan Suku Agama Ras dan Antar Golongan

demi tercapainya bangsa Indonesia yang melindungi segenap rakyatnya

sebagaimana tujuan para pendiri bangsa Indonesia

BANGKITLAH NEGARA KU

Karya : Silvia Paska Margaretha Simbolon  X-IPA1

Wahai para putra dan putri bangsa

Apakah kita akan selalu seperti ini?

Dijajah oleh bangsa lain dan dijajah oleh kemalasan sendiri

Bukankah kita sudah merdeka?

Dibebaskan oleh para pahlawan

Tetapi kita sang penerus bangsa

hanya bisa diam melihat semua ini

Kita sudah merdeka!

Mari bangkit, Negaraku

dengan seluruh perjuangan pahlawan

Sudah kewajiban kita

untuk melanjutkan semua ini

Mari kita bersama

Berdiri, Bangkit

Demi bumi Pertiwi ku

Negaraku, Indonesiaku

HARI KEBAKITAN INI

Karya  : Sakha Tsabita Razani

Hari kebangkitan ini

Bukan sekedar untuk seremoni

Diperingati tapi tak lagi berarti

Dimeriahkan tapi tak bermakna

Hari kebangkitan ini

Tak lain adalah pengingat

Apa yang telah dipersembahkan untuk bangsa ini

Kebangkitan apa yang kita agungkan

Ini adalah soal

Kebangkitan sejati

Bukan hanya tradisi

Persembahan terbesar untuk hari ini Bukan seremoni, puisi, tetapi aksi nyata bagi negeri.